Prabowo Copot Suharyanto dari Kepala BNPB di Tengah Ancaman Bencana, Diganti Letjen Kristomei

Letjen TNI Kristomei Sianturi, mantan Pangdam XXI Radin Inten yang dilantik menjadi Kepala BNPB.
Letjen TNI Kristomei Sianturi dipercaya memimpin BNPB setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, 15 Oktober 2026. (Foto: Sekretariat Presiden)

Kristomei juga memiliki pengalaman panjang di bidang komunikasi publik militer. Ia pernah menjadi Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, hingga Kepala Pusat Penerangan TNI.

Pengalaman di bidang penerangan menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejaknya. Dalam penanganan bencana, komunikasi publik berperan untuk menyampaikan peringatan dini, perkembangan situasi, kebutuhan warga terdampak, serta informasi resmi agar tidak simpang siur.

Sebelum dipercaya memimpin BNPB, Kristomei menjabat Pangdam XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.

Tantangan Baru Memimpin BNPB

Jabatan Kepala BNPB membawa tanggung jawab yang berbeda dari kepemimpinan komando militer. Selain membutuhkan kemampuan koordinasi lintas instansi, penanganan bencana menuntut keputusan cepat berdasarkan data lapangan serta perhatian terhadap kebutuhan masyarakat terdampak.

BNPB memiliki peran penting dalam koordinasi penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan dan mitigasi hingga penanganan darurat serta pemulihan setelah bencana.

Karena itu, tantangan Kristomei bukan semata menggerakkan sumber daya, tetapi juga memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan, informasi kebencanaan tersampaikan dengan jelas, dan upaya pencegahan berjalan sebelum bencana menimbulkan korban lebih besar.

Pengalamannya di satuan tempur, jabatan teritorial, dan komunikasi strategis menjadi bagian dari modal kepemimpinan yang dibawanya ke lembaga kebencanaan nasional.

Namun, efektivitas kepemimpinannya akan ditentukan oleh kemampuan menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi kebijakan dan langkah nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, perhatian kini tertuju pada arah kebijakan BNPB di bawah Kristomei Sianturi, termasuk penguatan mitigasi, kesiapan menghadapi keadaan darurat, dan koordinasi penanganan bencana di seluruh Indonesia.