RSUD Brebes Disiapkan Tangani Penyakit Jantung, Bupati Targetkan Pasien Tak Perlu Dirujuk Jauh

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau lokasi rencana pembangunan gedung layanan medis terpadu RSUD Brebes di halaman SD Negeri 1 Brebes.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meninjau lokasi yang disiapkan untuk pembangunan gedung layanan medis terpadu RSUD Brebes, Selasa (13/10/2026). (Foto: Istimewa)

Daftar calon penerima itu tercantum dalam surat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes tertanggal 29 September 2026. Surat tersebut berisi undangan pembahasan calon penerima bantuan revitalisasi rumah sakit milik pemerintah pada tahap lanjutan.

“Ini program Pak Presiden lewat Kementerian Kesehatan, dan Brebes masuk daftar calon penerimanya. Tugas kami menyiapkan syarat dari pusat dan memindahkan sekolah ke tempat yang layak,” kata Paramitha.

Program ini merupakan bagian dari rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan dalam pidato pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 di Gedung DPR, Jakarta, pada 14 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Presiden menyoroti perlunya penguatan kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani penyakit kanker, jantung, stroke, dan ginjal, sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Pembangunan Bergantung Persetujuan Pusat

Pemkab Brebes kini melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan revitalisasi, di antaranya surat usulan, sertifikat tanah, kerangka acuan kerja, dan data ketersediaan sumber daya manusia.

Artinya, masuknya Brebes dalam daftar calon penerima belum menjadi jaminan bahwa pembangunan akan langsung dilaksanakan. Keputusan akhir tetap menunggu persetujuan Kemenkes.

Selain menyiapkan dokumen, Pemkab Brebes juga harus menyiapkan lahan pembangunan. Lokasi yang dipilih berada di halaman SD Negeri 1 Brebes, sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut perlu dialihkan ke gedung lain milik pemerintah kabupaten.

Paramitha meminta agar proses pemindahan sekolah tidak sampai mengganggu pendidikan para siswa.

“Anak-anak tetap belajar. Mohon doanya, semoga berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Brebes, realisasi proyek ini akan menjadi ujian penting bagi upaya pemerataan pelayanan kesehatan. Targetnya bukan sekadar menghadirkan gedung baru, melainkan memastikan pasien penyakit berat dapat memperoleh layanan medis yang memadai tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.