Buntut Camat Lamba Leda Utara Ngamuk ke BNPB Soal Laporan Data Bantuan, BNPB Klarifikasi

Buntut Camat Lamba Leda Utara Ngamuk ke BNPB Soal Laporan Data Bantuan, BNPB Klarifikasi
Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, mengamuk dan memprotes petugas BNPB karena jumlah bantuan korban gempa yang diterima tidak sesuai dengan data dan laporan. (Foto: Dok BNPB)

BNPB juga menegaskan bahwa bantuan yang telah tiba di Pos Damer merupakan bagian dari pengiriman awal. Penyaluran bantuan tidak berhenti pada pengiriman tersebut, tetapi terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi akses di lapangan.

Pasokan logistik berikutnya terus bergerak melalui jalur darat dengan rute Labuan Bajo–Borong serta melalui jalur laut menggunakan KRI menuju Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak.

Dalam proses penanganan di lapangan, BNPB mengapresiasi kerja keras Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, camat, kepala desa, serta seluruh unsur pemerintah daerah dan relawan yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. BNPB juga terus melakukan pendampingan secara intensif untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara tepat.

Di tengah situasi darurat yang penuh dinamika, petugas BNPB di lapangan mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi yang santun, dan koordinasi bersama seluruh pihak. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga suasana tetap kondusif sekaligus memastikan proses penanganan bencana dapat berjalan secara optimal.

BNPB menegaskan bahwa penanganan dampak gempa bumi M 7,7 merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dunia usaha, maupun masyarakat.

Dukungan tidak hanya diarahkan kepada Kabupaten Manggarai Timur, tetapi juga kepada seluruh wilayah terdampak di NTT sesuai hasil pendataan dan kebutuhan di lapangan.

Melalui penguatan koordinasi lintas daerah dan lintas sektor, BNPB bersama pemerintah daerah terus berupaya memastikan dukungan logistik, operasional, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.

Setiap kendala di lapangan menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk memperbaiki mekanisme distribusi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

BNPB mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif serta menyaring informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Dalam situasi tanggap darurat, informasi yang akurat dan terverifikasi menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran penanganan.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi seluruh pihak, BNPB berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melalui masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

Baca Juga:  Kebakaran di Penjaringan, 20 Rumah dan 1 Musala Ludes, Kerugian Rp 1,2 Miliar