BREBES – Kondisi macet ekstrem di Brebes kurang lebih 15 kilometer terjadi di Jalur Tengah Larangan-Songgom-Prupuk akibat banjir yang menggenangi Underpass Prupuk, Kabupaten Tegal, pada Sabtu 29 Maret 2025 dini hari.
Kemacetan ekstrem ini mengular dari Simpang Susun Klonengan hingga wilayah Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, sejak pukul 01.00 WIB hingga sekitar pukul 06.00 WIB tadi.
Wakapolres Brebes, Kompol Purbo Adjar, turun langsung ke lapangan memimpin Tim Urai Kemacetan Polres Brebes dalam upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas yang berlangsung sekitar empat jam.
Petugas dikerahkan untuk melakukan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, serta pengaturan kendaraan untuk mempercepat pergerakan kendaraan yang tertahan di jalur tersebut.
Sebagai langkah mitigasi, arus mudik dari arah Pejagan menuju Purwokerto sempat dialihkan melalui jalur alternatif Jatibarang-Slawi-Pemalang-Purwokerto.
Pengalihan ini dilakukan untuk mengurangi beban kendaraan di Jalur Alternatif Larangan-Songgom-Prupuk yang terdampak kemacetan akibat banjir.
“Kami langsung terjun ke lokasi bersama tim untuk mengatasi kepadatan ini. Dengan koordinasi yang baik serta pengaturan lalu lintas yang optimal, arus kendaraan akhirnya berangsur normal,” ujar Kompol Purbo Adjar di sela-sela penguraian kemacetan.
Macet Ekstrem di Brebes 15 KM akibat Banjir Underpass Prupuk, Arus Mudik Dialihkan ke Jatibarang-Slawi

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Video adu mulut antara keluarga pasien dan petugas Puskesmas Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten…

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.







