Jari Membengkak Terjepit Ring Besi, Bocah 9 Tahun Datang ke Damkar Brebes Minta Bantuan

Jari bocah 9 tahun di Brebes membengkak setelah terjepit ring besi
Jari bocah 9 tahun di Brebes membengkak setelah terjepit ring besi. Tak berhasil dilepas dengan sabun dan minyak, ia akhirnya meminta bantuan Damkar. (Foto: Istimewa)

BREBES — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes bergerak cepat membantu seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang mengalami kesulitan melepaskan ring besi dari jari tengahnya.

Anak tersebut diketahui bernama Wiwi Azahra, warga Desa Pemaron, RT 03 RW 04, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Peristiwa itu terjadi setelah Wiwi pulang sekolah dan bermain bersama teman-temannya. Saat bermain, ia menemukan sebuah ring besi kemudian memasangnya di jari tengah. Namun, setelah sampai di rumah, ring tersebut tidak dapat dilepaskan.

Upaya pelepasan menggunakan sabun dan minyak juga tidak berhasil karena jari mulai mengalami pembengkakan. Wiwi kemudian datang bersama kakaknya ke kantor Damkar Brebes untuk meminta bantuan petugas, Kamis (8/10/2026).

Kepala Satpol PP, Linmas dan Damkar Kabupaten Brebes, Caridah, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari keluarga.

“Begitu datang dan kami melihat kondisi jarinya sudah membengkak serta ring tidak bisa dilepas, petugas langsung melakukan penanganan dengan hati-hati agar tidak melukai jarinya,” kata Caridah.

Penanganan dilakukan pada Rabu (7/10/2026). Berdasarkan laporan Damkar Brebes, Wiwi mulai mengenakan ring tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas mulai melakukan penanganan sekitar pukul 12.25 WIB.

Dengan menggunakan peralatan dan teknik yang sesuai, ring besi akhirnya berhasil dilepas dari jari Wiwi sekitar pukul 12.35 WIB. “Alhamdulillah, proses pelepasan ring berjalan lancar dan selesai sekitar 10 menit. Setelah ring berhasil dilepas, kondisi anak dalam keadaan baik,” ujar Caridah.

Caridah mengimbau masyarakat tidak ragu meminta bantuan petugas Damkar ketika mengalami kondisi darurat yang membutuhkan penanganan teknis, termasuk benda yang terjepit atau sulit dilepaskan dari bagian tubuh.

Menurutnya, petugas Damkar tidak hanya bertugas menangani kebakaran, tetapi juga memberikan pelayanan penyelamatan kepada masyarakat dalam berbagai situasi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan sendiri apabila mengalami kondisi seperti ini, terutama jika benda sudah menyebabkan pembengkakan. Silakan segera meminta bantuan agar dapat ditangani dengan aman,” katanya.

Dalam penanganan tersebut, sejumlah personel Damkar Brebes turut bertugas, yakni Miftah, Samiun, Faizal, Angga, Rofi dari UPT Damkar Wanasari, dan Rafli. Penanganan dilakukan oleh WMK Induk Brebes sebagai bagian dari pelayanan cepat Damkar kepada masyarakat.

Caridah menegaskan, jajaran Damkar Brebes akan terus berupaya memberikan pelayanan secara cepat dan tepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan. “Prinsip kami bergerak cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.