BREBES – Calon Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep akhirnya berkeliling Jawa Tengah menjelang Pemilihan Raya Ketum PSI Periode 2025-2030. Putra bungsu Presiden ketujuh, Joko Widodo ini menemui kader PSI Brebes, Tegal, dan Pemalang.
Kaesang bertemu kader dan pengurus DPD PSI di Tegal, Brebes, dan Pemalang untuk menggalang dukungan dalam Pemilu Raya PSI, Rabu 16 Juli 2025. Bertemu ratusan kader di sebuah rumah makan di pantura Desa Bangsri, Brebes, Kaesang berharap mendapatkan dukungan suara dari tiga wilayah di Jawa Tengah.
“Kita mengumpulkan kader-kader PSI di Brebes, Pemalang, Tegal. Salah satunya agar semua bisa solid mendukung saya memenangkan Pemilu Raya beberapa hari lagi,” kata Kaesang kepada wartawan di Rumah Makan Teras Banyu, Rabu.
Kaesang mengaku sangat berharap mendapat banyak dukungan suara di Jawa Tengah. Mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung suara PSI.
“Sedangkan soal perubahan logo dan partai super TBK silakan tanyakan ke dewan pembina. Itu keputusan dewan pembina partai,” pungkas Kaesang.
Ketua DPD PSI Brebes Darwanto atau biasa dipanggil Wawan mengatakan dalam Pemilu Raya PSI, pihaknya bersama pengurus DPD PSI Pemalang dan Tegal sepakat satu suara mendukung Kaesang.
“Yang pasti Brebes, Pemalang dan Tegal satu suara untuk Mas Kaesang. Saya bertanggung jawab di Brebes untuk memilih Mas Kaesang. Untuk kabupaten lain punya tanggung jawab masing-masing,” kata Wawan.
Calon Ketum PSI, Kaesang Perkuat Basis Suara di Jateng: Temui Kader PSI Brebes-Pemalang

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.







