Awal kejadian, sebanyak 18 awak kapal diselamatkan (pindah kapal) oleh kapal niaga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian menuju arah timur.
Setelah itu, 18 ABK itu dipindahkan menuju kapal nelayan lain, dan dipindahkan lagi ke KM Mina Ade Putra yang berencana kembali menuju Pelabuhan Perikanan Kluwut, Brebes.
Perangkat Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Carab membenarkan bahwa ada 9 warganya yang menjadi ABK KM Kramat Jati. Sebanyak 8 ABK berhasil selamat dan satu ABK lainnya dikabarkan hilang.
“KM Kramat Jati informasinya membawa ABK 18 orang. Warga kami ada 9 orang dan yang belum ditemukan satu orang,” kata Carab, Jumat 11 Juli 2025 pagi.
Carab merinci, 9 warganya yang menjadi korban kebakaran KM Kramat Jati adalah Nur Rohman, Tarsiman, Jauri, Sujadi, Konidin, Sugianto, Tanuri, Santosa, dan Mulyono. ABK bernama Mulyono dikabarkan belum ditemukan hingga saat ini.
Dari informasi yang dia peroleh, lanjut Carab, 18 ABK korban kebakaran KM Kramat Jati sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Perikanan Kluwut Brebes. Mereka menumpang KM Mina Ade Putra yang diprediksikan akan mendarat di Pelabuhan Kluwut dua hari ke depan.
“Diinformasikan sementara KM Kramat Jati sudah tidak tampak, dan dimungkinkan telah tenggelam. Serta satu orang ABK atas nama Mulyono masih belum ditemukan,” tandasnya.
Kapal Nelayan Kramat Jati Terbakar di Perairan Karimunjawa, 8 ABK asal Brebes Selamat 1 Hilang

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Dalam aturan tersebut, puskesmas yang menyelenggarakan rawat inap memiliki standar maksimal 10 tempat tidur. Karena…

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

Besarnya kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali juga menunjukkan skala persoalan tata kelola kawasan hutan…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.







