BREBES – Sebuah kapal nelayan KM Kramat Jati terbakar di sekitar Utara Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah pada Kamis 10 Juli 2025 sekitar pukul 05.00 WIB. Sedikitnya ada 9 anak buah kapal (ABK) nelayan dari kapal tersebut merupakan warga Kabupaten Brebes.
Dari total 19 ABK nelayan yang ikut di KM Kramat Jati, satu ABK yang merupakan warga Desa Ramcawuluh Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes dikabarkan hilang di perairan tersebut.
Berdasarkan video amatir yang beredar, KM Kramat Jati mengalami kebakaran yang cukup besar. Kobaran api dan asap tebal nyaris membakar seluruh bagian kapal.
Sementara belasan ABK nampak menyelamatkan diri dengan terjun ke laut dan peralatan pelampung seadanya. Dengan berpegangan seutas tali, para ABK ini berenang menuju kapal niaga yang saat itu melintas di dekatnya.
Berdasarkan informasi laporan yang diterima oleh Pos AL Kluwut Kabupaten Brebes, KM Kramat Jati terbakar di perairan Pulau Karimunjawa, tepatnya di koordinat 50 3’ 32.13” LS – 1100 43’ 21.19” BT.
Sumber api berasal dari dari dapur yang diduga berasal dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak, yang kemudian terjadi kebakaran dan merembet ke bagian lainnya.
Total awak KM Kramat Jati sebanyak 19 orang, 18 orang berhasil dievakuasi untuk dibawa menuju darat. Sedangkan satu ABK belum ditemukan karena melompat ke laut tanpa memakai peralatan keselamatan jiwa.
Kapal Nelayan Kramat Jati Terbakar di Perairan Karimunjawa, 8 ABK asal Brebes Selamat 1 Hilang

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Video adu mulut antara keluarga pasien dan petugas Puskesmas Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten…

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.







