BREBES – Kebakaran melanda kandang ayam broiler milik H. Umar Fadholi di Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2026). Sebanyak 40.000 ekor anak ayam atau day-old chick (DOC) dilaporkan mati terbakar dalam peristiwa tersebut.
Selain menyebabkan puluhan ribu anak ayam mati, kebakaran juga menghanguskan kandang seluas sekitar 1.000 meter persegi. Hingga proses pemadaman selesai, total kerugian materiil akibat kejadian itu belum dapat ditaksir.
Personel Polsek Kersana bersama petugas pemadam kebakaran PT TSH, anggota Koramil Kersana, dan warga setempat turun langsung untuk memadamkan api.
Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko mengatakan, petugas segera melakukan penanganan setelah menerima informasi mengenai kebakaran kandang ayam tersebut.
“Personel Polsek Kersana bersama petugas pemadam kebakaran PT TSH, anggota Koramil, dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan menggunakan unit kendaraan pemadam kebakaran dan alat semprot manual,” ujar Teguh dalam keterangannya.
Berdasarkan laporan kepolisian, kebakaran diketahui setelah para pekerja kandang selesai melakukan pengisian DOC sebanyak 40.000 ekor. Api kemudian terlihat muncul dari bagian belakang kandang sebelah timur.
Dalam waktu sekitar 10 menit, kobaran api membesar dan melalap kandang ayam. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan segera melakukan pemadaman agar api tidak terus meluas.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan selama kurang lebih 30 menit. Proses pemadaman melibatkan kendaraan pemadam kebakaran serta peralatan semprot manual dengan bantuan warga di sekitar lokasi.
Kepala Desa Limbangan, Tulab, menjadi salah satu saksi dalam kejadian tersebut. Saksi lainnya adalah Joko Maulana, karyawan swasta yang berasal dari Kabupaten Banjarnegara.
Kandang ayam yang terbakar diketahui berada di lahan milik H. Umar Fadholi, warga Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Hingga laporan penanganan disampaikan, penyebab pasti kebakaran belum dijelaskan secara terperinci. Nilai kerugian akibat kerusakan kandang dan matinya 40.000 ekor DOC juga masih dalam pendataan.
Kapolsek Kersana mengimbau agar masyarakat dan pengelola usaha peternakan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di area kandang yang memiliki risiko kerugian besar apabila api cepat membesar.
Polisi bersama unsur terkait memastikan penanganan di lokasi berlangsung aman dan lancar.













