Pertama, membantu penyelesaian APBN 2026 yang sudah memasuki kuartal IV. Kedua, mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027 yang telah disahkan DPR. Ketiga, melakukan konsolidasi internal untuk mendorong reformasi dan transformasi Kementerian Keuangan.
Waktu yang tersedia juga relatif singkat untuk pekerjaan tersebut. Saat dilantik pada 1 Oktober, Luky menyinggung bahwa tahun anggaran 2026 tinggal memasuki tiga bulan terakhir.
Dari “Hibernasi” Kembali ke Ruang Pengambil Kebijakan
Perjalanan Luky dalam enam bulan terakhir memperlihatkan perubahan posisi yang cukup drastis. April 2026, ia kehilangan kursi Dirjen Anggaran. Beberapa bulan berikutnya ia berada di luar jabatan struktural. Oktober 2026, Presiden Prabowo justru mengangkatnya menjadi Wamenkeu.
Dari pejabat yang dicopot menjadi pejabat yang kembali ke jajaran tertinggi Kemenkeu. Dan kali ini, Luky tidak kembali untuk mengurus satu direktorat jenderal. Ia berada di posisi yang harus membantu Menteri Keuangan mengawal keseluruhan kebijakan fiskal negara.
Pelantikan tersebut sekaligus membuka babak baru bagi Luky Alfirman setelah polemik yang sempat mengiringi pencopotannya. Apakah masa “hibernasi” itu benar-benar telah berakhir, akan terlihat dari peran dan kebijakan yang dijalankannya sebagai Wamenkeu dalam beberapa bulan ke depan.













