BREBES – Sekitar 50 ribu siswa kelas 1 dan 2 SD di Kabupaten Brebes mendapatkan bantuan alat tulis dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut merupakan Bantuan Presiden (Banpres) melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Setiap siswa mendapatkan paket alat tulis senilai Rp91 ribu. Bantuan diberikan kepada siswa SD negeri maupun swasta. Dengan sasaran sekitar 50 ribu siswa, nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai Rp4,55 miliar.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Aditya Perdana, mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Bantuan ini untuk memudahkan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selain itu, untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa kelas 1 dan 2,” kata Aditya, Sabtu (3/10/2026).
Menurut dia, data penerima bantuan berasal dari pemerintah pusat. Data siswa diambil berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 31 Juni 2026. Setelah data ditetapkan, bantuan tidak disalurkan dalam bentuk uang kepada siswa. Paket alat tulis langsung dipesan oleh pihak sekolah melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).
Di Kabupaten Brebes, bantuan tersebut menyasar sekitar 885 SD negeri dan swasta. Aditya mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan dasar siswa sejak awal pendidikan.
“Ini untuk memperkuat pondasi literasi dan meningkatkan kemampuan menulis siswa sejak awal pendidikan,” ujarnya.
Untuk paket senilai Rp91 ribu itu terdiri dari dua kelompok utama. Pertama, buku sarana keterampilan menulis dengan nilai Rp59.136. Isinya antara lain buku bergaris dua, buku bergaris tiga/lima, buku tulis polos, buku kotak, serta buku latihan menulis huruf, angka, suku kata, kata dan kalimat.
Kedua, alat tulis pendukung keterampilan menulis senilai Rp31.864. Komponennya meliputi pensil grafit segitiga, penghapus, rautan pensil, penggaris khusus anak dan pensil warna. Jika dihitung berdasarkan sekitar 50 ribu penerima, total nilai paket bantuan mencapai sekitar Rp4.550.000.000 atau Rp4,55 miliar.
Aditya berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah dan siswa. Menurutnya, dukungan sarana belajar sejak kelas awal penting untuk membangun kemampuan dasar yang akan digunakan siswa pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Harapannya, bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar siswa, khususnya dalam kemampuan membaca, menulis dan berhitung,” pungkasnya.













