“Kita tentu semua tahu dari tahun 2020 Dana Desa sudah terfokuskan untuk penanganan pandemi, sehingga tahun 2023 itu sudah ada tujuannya, sudah ada tupoksinya dan tidak bisa serta merta ini minta dibangun tetapi sudah terbatasi anggarannya, apalagi cuma jalan gang,” jelasnya.
Peran penting dan krusial dalam meredam tensi aksi datang dari Anggota DPRD Brebes Komisi 1, Pamor Wicaksono. Meskipun tidak hadir langsung di lokasi, melalui sambungan telepon, ia memberikan arahan agar semua pihak menahan diri, menjaga kondusifitas, dan menempuh jalur musyawarah mufakat.
Sikap humanis dan cepat tanggap dari legislator Partai Golkar tersebut diapresiasi warga. Kehadiran Plt Camat Songgom, Nanang Nur Rozaq, yang memimpin langsung mediasi dan memfasilitasi pertemuan antara warga dengan pemerintah desa di aula balai desa menjadi kunci sehingga aksi tidak berujung anarkis.
Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk mengawal dan menindaklanjuti poin-poin kesepakatan. Forum Masyarakat Peduli Karangsembung menegaskan akan terus mengawal janji transparansi anggaran dan pemberantasan praktik perjudian serta jual beli jabatan.
Ratusan Warga Demo Kades Karangsembung, Anggota DPRD Brebes Redam Emosi via Telepon
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Ribuan relawan dan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Brebes melakukan…

Selain keberhasilan ekspor bawang merah ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina, pemerintah daerah saat ini…

Adapun sepuluh tuntutan mahasiswa itu di antaranya, evaluasi dan audit anggaran program MBG dan KDMP…

BREBES – Aliansi Mahasiswa Brebes berencana menggelar aksi demonstrasi dengan membawa 10 tuntutan kepada pemerintah,…








