Setelah menolak, Zamzami menerima tekanan melalui pesan suara WhatsApp dari AA. Dalam pesan tersebut, AA meminta sebagian area parkir diserahkan ke ormas yang ia pimpin dengan dalih untuk kepentingan organisasi.
Padahal, menurut Zamzami, seluruh hasil parkir yang dikelolanya selama ini disumbangkan untuk sebuah yayasan pendidikan di Kabupaten Brebes.
“Saya hanya ingin berusaha dengan tenang. Parkir ini bukan untuk keuntungan pribadi, tapi untuk membantu anak-anak belajar,” kata Zamzami.
Ketua BK DPRD Brebes, Sudono, mengatakan pihaknya akan menelaah laporan dengan objektif. “Tidak boleh ada anggota dewan yang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok,” tegas Sudono.
Sementara saat dihubungi wartawan, Ade Apriyanto mengaku sudah dimintai klarifikasi oleh Badan Kehormatan DPRD. “Nanti lah, saya tidak berani memberikan statement apa pun. Saya sengaja diam sambil menunggu hasil dari BK seperti apa,” kata Ade melalui pesan suara saat dikonfirmasi wartawan.
Beranda
Headline
Anggota DPRD Brebes Minta Jatah Kelola Parkir, Ketua DPD PAN Sebut Minta Kerja Sama untuk Ormas
Anggota DPRD Brebes Minta Jatah Kelola Parkir, Ketua DPD PAN Sebut Minta Kerja Sama untuk Ormas

Rekomendasi untuk kamu

Gus Irfan, anak Gus Irfan, tenaga ahli Kemenhaj, Menteri Haji dan Umrah, klarifikasi Gus Irfan, polemik nepotisme, kekurangan pegawai Kemenhaj, Mochamad Irfan Yusuf

Pengangkatan dua putra Gus Irfan sebagai tenaga ahli Kemenhaj menuai sorotan. Publik menanti penjelasan soal kompetensi, transparansi, dan konflik kepentingan.

Rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan rusak untuk biodiesel B50-B100 menuai sorotan. CELIOS memperkirakan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan mencapai Rp3.777 triliun.









