Bupati BrebesParamitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menilai kehadiran langsung Gubernur bersama jajaran OPD menjadi bukti komitmen penanganan yang serius dan terkoordinasi.
“Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama OPD terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Di balik data dan angka, ada kisah perjuangan warga yang harus beradaptasi dengan situasi darurat. Susi Susanti, warga Dukuh Bojongsari, mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan. Ia memilih bertahan di pengungsian demi keselamatan buah hatinya.
Susi berharap kebutuhan bayi seperti popok, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia selama masa pengungsian.
Hal serupa dirasakan Tona, warga yang rumah kayunya berada di tepi hutan dan dekat aliran sungai. Setiap hujan deras turun, ia mengaku tak pernah benar-benar tenang. Garis tepi sungai yang kian mendekat membuatnya khawatir rumahnya akan terseret longsor.
“Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” tuturnya.
Tona berharap dapat direlokasi ke hunian tetap yang benar-benar aman. “Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” katanya penuh harap.
Diketahui, bencana tanah bergerak ini terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat bergerak ke arah aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog.
Gubernur Jateng Akhirnya Turun Siapkan Relokasi Korban Bencana Tanah Bergerak di Sirampog Brebes

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat verifikasi dan validasi (verval) gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

Rentetan dugaan keracunan MBG di tujuh kabupaten Jawa Tengah memunculkan sorotan terhadap kewenangan pengawasan SPPG. Wagub Taj Yasin meminta daerah diberi ruang lebih besar untuk menertibkan dapur MBG bermasalah.

Pengembangan kasus narkoba Polda Jateng bermula dari penangkapan YKE. Polisi kemudian menemukan 30 titik penempatan sabu dan mengarah kepada warga binaan Lapas Sragen.

Dugaan keracunan massal MBG di Bawang Batang memicu evaluasi besar-besaran. Wabup Suyono memanggil seluruh pengelola SPPG setelah ratusan penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan.

Buntut dugaan keracunan massal MBG di Bawang, Batang, SPPG Bela Batang Sejahtera disuspend 30 hari. Hasil evaluasi akan menentukan apakah dapur kembali beroperasi atau ditutup permanen.







