Arif menilai normalisasi Sungai Rambut, perbaikan sistem drainase, serta reboisasi di lereng Gunung Slamet menjadi langkah penting untuk mencegah banjir berulang. Menurut Arif banjir di wilayah tersebut hampir terjadi setiap tahun, termasuk pada 2025 dengan ketinggian air yang hampir sama.
Ia mengingatkan bahwa tanpa penanganan menyeluruh, jalur Pantura berpotensi kembali lumpuh setiap musim hujan. Hingga berita ini ditayangkan, arus kendaraan di jalur Pantura Tegal–Pemalang dikabarkan masih tersendat dengan antrean panjang.
Beranda
Headline
Jalan Pantura Tegal-Pemalang Terendam Banjir, Antrean Kendaraan Mengular Lalu Lintas Nyaris Lumpuh
Jalan Pantura Tegal-Pemalang Terendam Banjir, Antrean Kendaraan Mengular Lalu Lintas Nyaris Lumpuh

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Dalam aturan tersebut, puskesmas yang menyelenggarakan rawat inap memiliki standar maksimal 10 tempat tidur. Karena…

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

BREBES – Kejaksaan Negeri Brebes memusnahkan sejumlah barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana umum…

Besarnya kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali juga menunjukkan skala persoalan tata kelola kawasan hutan…







