674 Kasus Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Desak Investigasi Dibuka Transparan

Wapres Gibran meninjau korban dugaan keracunan MBG di Batang
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). (Foto: Dok Pemkab Batang)

BATANG — Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang memasuki babak baru. Setelah ratusan penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung ke Batang dan meminta investigasi penyebab kejadian segera dituntaskan.

Gibran meninjau sejumlah lokasi penanganan korban di Kecamatan Bawang dan RSUD Limpung, Senin (28/9/2026). Ia ingin memastikan korban mendapat perawatan hingga pulih sekaligus memastikan keluarga memperoleh kepastian mengenai penanganan kasus tersebut.

Desakan investigasi menjadi salah satu pesan utama Gibran dalam kunjungan tersebut. “Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan,” kata Gibran.

Menurutnya, hasil investigasi bukan hanya untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan, tetapi juga menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ratusan Warga Terdampak, 34 Masih Dirawat
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah penerima manfaat mengonsumsi makanan dari program MBG di wilayah Kecamatan Bawang.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang yang disampaikan pada Senin (28/9) pukul 07.00 WIB mencatat 674 orang terdampak dugaan keracunan makanan. Dari jumlah tersebut, 34 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pemerintah daerah sebelumnya telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan guna mengetahui penyebab kejadian. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan kepada penerima manfaat terdampak juga dihentikan sementara selama proses pemeriksaan. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak kasus yang kini menjadi perhatian pemerintah pusat.

Gibran: Keamanan Makanan Tak Boleh Jadi Titik Lemah
Gibran meminta evaluasi tidak berhenti pada satu titik. Pemeriksaan harus mencakup seluruh proses penyediaan makanan MBG. Mulai dari standar higiene, proses pengolahan, waktu penyimpanan, distribusi hingga pengawasan di lapangan diminta diperiksa secara menyeluruh.

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki,” tegas Gibran.

Menurut Gibran, program MBG merupakan program prioritas pemerintah. Karena itu, manfaat yang hendak diberikan kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan dan kualitas makanan.