674 Kasus Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Desak Investigasi Dibuka Transparan

Wapres Gibran meninjau korban dugaan keracunan MBG di Batang
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). (Foto: Dok Pemkab Batang)

Bukan Hanya Investigasi, Korban Diminta Ditangani Sampai Pulih
Selain mendesak investigasi, Gibran menempatkan kondisi korban sebagai prioritas. Pasien yang masih menjalani perawatan diminta tetap mendapatkan pelayanan medis sampai pulih.

Sementara warga yang sudah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan harus tetap memiliki akses untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan. Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan korban tidak dibebankan kepada keluarga.

“Biaya perawatan korban tidak boleh membebani keluarga. Pemerintah bertanggung jawab dan akan menanggung semua biaya pengobatan,” ujar Gibran.

Gibran Temui Orang Tua Siswa
Gibran juga menemui orang tua siswa yang anaknya terdampak dugaan keracunan di SD Negeri Pasusukan, Kecamatan Bawang. Dalam pertemuan tersebut, Gibran menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan mengakui kekhawatiran orang tua terhadap kondisi anak-anak mereka.

Ia meminta pemerintah daerah segera membentuk penanggung jawab atau PIC lintas sektor yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemkab Batang.

PIC tersebut diharapkan menjadi jalur koordinasi untuk menangani persoalan kesehatan, layanan pendidikan siswa dan kebutuhan keluarga korban. (Berita Batang)

Investigasi Jadi Kunci
Kasus ini kini tidak hanya menyangkut penanganan pasien. Hasil investigasi akan menjadi kunci untuk menjawab bagaimana dugaan keracunan terjadi dan bagian mana dari rantai penyediaan makanan yang perlu diperbaiki. Karena itu, Gibran meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara transparan kepada keluarga korban dan masyarakat.

Pemerintah juga diminta memperkuat pengawasan terhadap penyedia makanan MBG, sehingga kasus serupa tidak kembali terjadi. Di tengah masih berlangsungnya pemeriksaan, penyebab pasti dugaan keracunan di Batang belum dapat disimpulkan. Sampel makanan dan proses investigasi masih menjadi dasar untuk menentukan penyebabnya secara ilmiah.