BREBES – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengaku prihatin atas insiden ambruknya atap teras Kantor Pemerintah (Pemkab) Brebes hingga menelan dua korban luka hingga dirawat di rumah sakit.
Paramitha menyebut akan menanggung biaya pengobatan sampai sembuh. Dua warga yang masih dirawat di RSUD Brebes adalah Juswanto (39) dan Abdullah (35) warga Kecamatan Tanjung, Brebes.
“Pertama merasa prihatin atas insiden ini. Korban sudah tertangani di RSUD Brebes dan semua biaya kita tanggung sampai sembuh sampai bisa beraktivitas seperti biasanya,” kata Paramitha ditemui di kantornya, Senin (22/9/2025).
Paramitha mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab insiden itu. Hasil investigasi selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk mentukan langkah perbaikan selanjutnya.
“Kami sudah koordinasi dengan Kapolres kenapa bangunan atap teras bisa roboh. Kita cari penyebabnya. Menunggu dari pak kapolres hasil investigasi Polres Brebes dan Polda Jateng untuk penanganan selanjutnya,” kata Paramitha.
Paramitha menyebut gedung Pemkab yang disebut Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) baru selesai dibangun pada 2022 di era bupati sebelumnya, Idza Priyanti.
“Gedung dibangun tahun 2021 pada zamannya Ibu Idza Priyanti. Diresmikan 2022 atau baru tiga tahun. Anggaran setahu saya Rp 120 miliar,” pungkas Paramitha.
Diketahui gedung megah KPT di Jalan Proklamasi Brebes dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 29.919 meter persegi, dengan luas total bangunan dari lantai 1 hingga lantai 6 sekitar 9.852 meter persegi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Sutaryono mengatakan, bagian yang roboh dalam insiden hanya dropzone atau zona pemberhentian kendaraan di KPT Brebes.
Taryono mengungkap, saat kejadian sedang ada pekerja yang melakukan perbaikan di sekitar dropzone.
Pemkab Brebes Jamin Biaya Pengobatan Korban Atap Teras Kantor Pemkab Ambruk yang Alami Patah Tulang

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.

JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko…

BREBES – Kondisi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bulakamba dan Wanasari mendapat sorotan Komisi…







