Huntara dibangun di lahan seluas 400 meter persegi di tanah milik Desa Mendala, tepat di depan Balai Desa. Terdapat 130 unit huntara yang sedang dibangun, dengan ukuran masing-masing unit 3 x 6 meter persegi.
Setiap unit terdiri dari satu kamar tidur dan ruang keluarga. Dapur dan MCK (mandi, cuci, kakus) akan dibangun terpisah di setiap blok untuk kenyamanan penghuni.
“Dapur dan MCK akan dibangun terpisah di tiap blok,” jelas Kades Basori.
Bencana tanah gerak yang terjadi di Desa Mendala menyebabkan 569 jiwa terdampak. Sebanyak 444 jiwa mengungsi, dengan 120 rumah rusak berat dan 15 rumah rusak sedang. Selain itu, banyak lahan pertanian dan jalan yang rusak.
“Proyek huntara ini sangat penting agar warga dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih aman,” kata Basori.
Kades Basori berharap, dengan selesainya pembangunan huntara, warga yang terdampak bisa segera tinggal di tempat yang lebih layak dan aman.
“Saya berharap huntara ini selesai tepat waktu, sehingga warga kami bisa segera menempati rumah yang lebih aman dan nyaman,” tutupnya.
Beranda
Headline
Progres Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terkendala Cuaca
Progres Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes Terkendala Cuaca

Rekomendasi untuk kamu

Gus Irfan, anak Gus Irfan, tenaga ahli Kemenhaj, Menteri Haji dan Umrah, klarifikasi Gus Irfan, polemik nepotisme, kekurangan pegawai Kemenhaj, Mochamad Irfan Yusuf

Pengangkatan dua putra Gus Irfan sebagai tenaga ahli Kemenhaj menuai sorotan. Publik menanti penjelasan soal kompetensi, transparansi, dan konflik kepentingan.

Rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan rusak untuk biodiesel B50-B100 menuai sorotan. CELIOS memperkirakan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan mencapai Rp3.777 triliun.









