Amalia menduga paparan asap pekat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi Nurdin memburuk. Dugaan tersebut berkaitan dengan posisi korban yang berada di garis depan pemadaman dan terpapar asap dari lokasi kebakaran.
Namun, dugaan paparan asap tersebut tidak serta-merta memastikan penyebab medis kematian Nurdin.
Peristiwa ini kembali menyoroti besarnya risiko yang dihadapi relawan saat menangani karhutla. Mereka harus berhadapan langsung dengan api, asap pekat, serta kondisi lapangan yang dapat membahayakan keselamatan.
Perlindungan pernapasan dan penanganan medis yang cepat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan petugas di lapangan. Ketika relawan mulai mengalami nyeri dada, sesak napas, atau kehilangan kesadaran, kondisi tersebut memerlukan penanganan darurat tanpa menunda evakuasi.
Kepergian Nurdin meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan-rekan sesama relawan. Di balik upaya memadamkan api demi melindungi lingkungan dan masyarakat, terdapat risiko besar yang juga mengancam keselamatan mereka sendiri.













