JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia diteriaki penipu saat tiba di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu Juni 2025.
Saat tiba di bandara, Bahlil disambut demonstrasi yang dilakukan aktivis lingkungan. Bahlil yang dalam perjalanan menuju Raja Ampat untuk meninjau tambang nikel sempat diteriaki penipu oleh massa aksi.
Mulanya massa aksi mendesak pemerintah segera menutup tambang nikel yang merusak lingkungan di Raja Ampat. Mereka membentangkan spanduk dan pamflet yang menyoroti adanya kerusakan di Raja Ampat akibat tambang nikel.
Kemudian, Bahlil dan rombongan yang tiba di Bandara DEO Sorong sekitar pukul 06.22 WIT langsung disambut teriakan desakan pencabutan izin konsesi tambang di seluruh pulau di Raja Ampat. Bahlil Lahadalia juga diteriaki penipu berkali-kali.
Rombongan Bahlil pun masuk ke ruang transit Bandara DEO Sorong. Beberapa saat kemudian, utusan Bahlil meminta perwakilan massa untuk bertemu.
Akan tetapi, Bahlil malah keluar lewat pintu belakang sekitar pukul 07.02 WIT ketika massa hendak masuk ruang terminal. Hal tersebut kemudian membuat massa kecewa dan marah hingga meneriaki Bahlil sebagai penipu rakyat Indonesia.
“Bahlil Lahadalia hari ini menipu rakyat Indonesia dan sembunyi dari massa lewat pintu belakang Bandara DEO Sorong,” teriak pemuda adat Raja Ampat, Uno Klawen di lokasi.
Tinjau Tambang Nikel di Raja Ampat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Diteriaki Penipu saat Tiba di Papua

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Video adu mulut antara keluarga pasien dan petugas Puskesmas Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten…

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.







