Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026). Sebanyak 14 orang diamankan untuk diperiksa, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian dan sejumlah pihak swasta. Namun, Rustian tidak termasuk dalam lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Dugaan Korupsi Ditelusuri Hingga Tiga Sampai Empat Tahun
KPK juga mengungkap dugaan praktik korupsi dalam perkara dana siap pakai BNPB tidak hanya berkaitan dengan peristiwa yang baru terjadi. Penyidik menduga praktik tersebut telah berlangsung sejak sekitar tiga hingga empat tahun sebelumnya.
Setyo Budiyanto menyebut penyidik menarik penelusuran perkara ke periode sebelumnya untuk mendalami dugaan penyimpangan tersebut. “Ya, kurang lebih sekitar tiga-empat tahun ditarik ke belakang,” kata Setyo, sebagaimana diberitakan ANTARA pada Rabu (14/10/2026).
Dana siap pakai BNPB pada dasarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak ketika bencana terjadi. Anggaran tersebut berkaitan dengan penanganan situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Karena itu, dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran tersebut menjadi persoalan serius. Dana yang semestinya mendukung penanganan bencana justru menjadi objek penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.
Meski demikian, dugaan tindak pidana dan peran masing-masing tersangka masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
Tenaga Ahli Diduga Dekati Vendor
Dalam perkembangan lain, Ketua KPK mengungkap dugaan bahwa Richard Erlangga memanfaatkan posisinya sebagai tenaga ahli Kepala BNPB untuk mendekati sejumlah vendor atau penyedia jasa.
“Dengan posisinya, dia memanfaatkan statusnya, kemudian melakukan pendekatan dengan beberapa pihak yang saya sebut mungkin sebagai vendor atau penyedia jasanya,” kata Setyo, seperti dikutip ANTARA, Rabu (14/10/2026).
KPK juga menduga Bima terlibat dalam proses-proses yang tidak sesuai ketentuan di lingkungan BNPB, khususnya yang menggunakan dana siap pakai.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan untuk mengungkap bagaimana dugaan penyimpangan terjadi, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana proses pengadaan yang menggunakan anggaran kebencanaan dijalankan.













