MSCI sebelumnya membuka proses konsultasi terkait kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market.
Jika perubahan itu diterapkan, Indonesia berpotensi menghadapi tekanan terhadap minat investor global yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan investasi.
Di luar persoalan pasar modal, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk menjaga konsumsi rumah tangga menjelang akhir tahun. Total anggaran sekitar Rp31,8 triliun disiapkan untuk berbagai program dukungan hingga penghujung 2026.
Program tersebut mencakup bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan, subsidi upah, pembukaan rekening koran sebagaimana disampaikan Airlangga, serta berbagai insentif untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Paket dukungan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya beli sekaligus menjaga aktivitas ekonomi pada periode akhir tahun.
Langkah pemerintah ini memperlihatkan dua fokus yang berjalan bersamaan: meredam gejolak kepercayaan di pasar keuangan dan menjaga konsumsi masyarakat sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi.
Meski Airlangga menilai persoalan MSCI bukan ancaman bagi perekonomian secara keseluruhan, tantangan pemerintah belum selesai. Stabilitas pasar tidak cukup dijaga melalui pernyataan optimistis dan pergerakan indeks harian.
Perbaikan tata kelola, transparansi, dan kepastian penegakan aturan tetap dibutuhkan agar kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dapat pulih secara berkelanjutan.













