JAKARTA – Aksi Greenpeace Indonesia yang menyuarakan kritik terhadap penanganan krisis iklim di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berujung pada dibawanya 11 orang ke Polda Metro Jaya, Selasa (20/10/2026). Hingga sore hari, enam aktivis masih menunggu kepastian tindak lanjut pemeriksaan.
Kepala Bidang Advokasi LBH Jakarta, Alif Fauzi Nurwidiastomo, menjelaskan bahwa lima dari 11 orang yang dibawa ke kepolisian telah diperbolehkan pulang. Mereka berasal dari tim penyelamat dan pers yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, enam aktivis yang melakukan aksi pembentangan spanduk belum dipulangkan. Pengacara publik LBH Jakarta, Daniel Winarta, mengatakan tim pendamping diminta menunggu proses pelimpahan penanganan perkara ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Daniel menilai proses tersebut tidak memberikan kejelasan yang memadai. Menurut dia, tim pendamping telah menunggu sekitar tiga jam tanpa memperoleh kepastian mengenai tindak lanjut terhadap para aktivis.
Ia juga mempertanyakan dasar hukum yang digunakan untuk membuat keenam aktivis tetap berada di lingkungan Polda Metro Jaya. LBH Jakarta menduga aparat sedang mencari kemungkinan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan kepada mereka.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian dari pihak pendamping hukum. Adapun kepolisian belum memberikan penjelasan yang terperinci mengenai dugaan pelanggaran yang secara khusus ditujukan kepada keenam aktivis dalam pemberitaan tersebut.
Aksi Greenpeace berlangsung pada Selasa pagi, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Enam aktivis, terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan, membentangkan spanduk berukuran besar dari atas Patung Selamat Datang di Bundaran HI.
Dua pesan yang dibawa dalam aksi tersebut adalah “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” serta “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Melalui aksi itu, Greenpeace ingin menyoroti dampak krisis iklim, kebakaran hutan dan lahan, serta tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.













