Menurut Greenpeace, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, kabut asap, dan bencana ekologis tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mengganggu mata pencaharian, menekan pendapatan, serta mendorong kenaikan harga pangan.
Greenpeace mendesak pemerintah lebih serius menangani krisis iklim karena dampaknya turut membebani kelompok pekerja dan masyarakat yang rentan secara ekonomi.
Organisasi lingkungan tersebut menilai perlindungan lingkungan berkaitan erat dengan kualitas hidup dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, kepolisian menyatakan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum tetap dihormati. Kapolres mengingatkan agar penyampaian aspirasi memperhatikan keselamatan, ketertiban umum, serta perlindungan terhadap cagar budaya.
Polisi juga menyatakan akan mendalami cara para aktivis mencapai bagian atas monumen, termasuk melalui pemeriksaan rekaman kamera pengawas.
Hingga Selasa sore, menurut keterangan pendamping hukum yang diberitakan media, enam aktivis masih menunggu kejelasan tindak lanjut pemeriksaan.
Greenpeace menyebut pemeriksaan masih berada pada tahap awal dan belum ada penjelasan mengenai dugaan tindak pidana yang dikenakan. Tim advokasi menyatakan akan mendampingi para aktivis dalam proses tersebut.













