Resmi Terima SK, Asrofi Pimpin Demokrat Brebes: Polemik Muscab Berakhir, Kader Diajak Bersatu

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti menyerahkan SK Ketua DPC Demokrat Brebes kepada Asrofi di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, 20 Oktober 2026.
Asrofi resmi menerima SK penetapan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes dari Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti di Jakarta, Selasa (20/10/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Kepemimpinan DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes resmi berada di tangan Asrofi setelah menerima Surat Keputusan (SK) penetapan ketua pada Selasa (20/10/2026). Penyerahan dokumen tersebut menjadi penanda berakhirnya polemik pasca-Musyarawah Cabang (Muscab) yang sempat mewarnai dinamika internal partai.

SK diserahkan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, sekitar pukul 16.55 WIB. Penyerahan dilakukan oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, SE., MM., dan disaksikan perwakilan Fraksi Demokrat DPRD Brebes, H. Syamsul Falah.

Syamsul Falah menyambut terbitnya SK tersebut dengan rasa syukur. Ia berharap kepemimpinan Asrofi mampu membawa perubahan positif bagi partai, terutama dalam meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi Demokrat di DPRD Brebes.

“Alhamdulillah, hari ini SK Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Bapak Asrofi, sudah diterima. Mudah-mudahan amanah ini bisa dijalankan dengan baik untuk membesarkan Partai Demokrat di Brebes, sehingga kursi dan suara partai semakin bertambah,” ujar Syamsul.

Sementara itu, Asrofi menegaskan bahwa terbitnya SK menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan pilihan yang muncul selama proses Muscab. Ia mengajak seluruh kader kembali menyatukan langkah demi kepentingan dan masa depan partai.

Menurut Asrofi, tidak ada lagi pengelompokan antara kader yang mendukung maupun yang tidak mendukung dirinya dalam proses pemilihan ketua. Seluruh elemen partai harus kembali berada dalam satu barisan.

“Setelah keluarnya SK ini, polemik lanjutan dari proses Muscab sudah selesai. Tidak ada bekas pendukung, tidak ada bekas yang tidak mendukung. Semua harus guyub rukun dan mengedepankan kebersamaan demi kemajuan Partai Demokrat di Kabupaten Brebes,” kata Asrofi.

Ia menekankan, perbedaan pendapat dan pilihan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah kepemimpinan ditetapkan secara resmi, seluruh kader diharapkan dapat meninggalkan perbedaan tersebut dan kembali bekerja bersama.

Asrofi juga menyatakan kesiapannya merangkul seluruh kader dan pengurus, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki pandangan berbeda. Konsolidasi internal dinilai penting untuk memperkuat organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

Karena itu, ia meminta dukungan dari seluruh elemen, mulai dari masyarakat, kader, pengurus aktif, mantan pengurus, hingga jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Asrofi berharap semangat persatuan dapat menjadi modal untuk membangkitkan kembali kekuatan Demokrat di daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Bawang tersebut.

“Bismillah, dengan kita guyub, kita pasti mampu mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Kabupaten Brebes,” pungkasnya.