BNPB Lapor ke Prabowo: Asap Karhutla Tebal Selimuti Kalimantan, Sebut Aktivitas Warga Tetap Normal

JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan laporan terkini terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Meskipun paparan kabut asap pekat masih melanda Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng), BNPB mengklaim kondisi kehidupan harian masyarakat setempat secara umum masih berjalan kondusif.

Suharyanto menegaskan, sektor-sektor krusial seperti pusat perbelanjaan, rumah makan, hingga lalu lintas darat tetap beroperasi tanpa kendala berarti. Dampak signifikan sejauh ini terutama dirasakan pada sektor transportasi udara.

“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Lalu lintas, toko-toko, hingga rumah makan beraktivitas seperti biasa. Dampak utama yang cukup terganggu adalah jalur keluar-masuk (penerbangan), khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,” ujar Suharyanto dalam keterangannya yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (26/9/2026).

Kendala Modifikasi Cuaca akibat Asap Pekat
Suharyanto tidak menampik bahwa tumpukan asap tebal masih menyelimuti ruang udara Kalteng dan Kalbar. Ironisnya, kepekatan asap tersebut justru menjadi kendala utama dalam melancarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Suhu udara dan jarak pandang (visibility) yang buruk membuat armada udara kesulitan mengudara, baik untuk penerbangan komersial maupun pesawat penyemai garam. Padahal, secara keseluruhan, total area titik api di pulau Sumatra dan Kalimantan sudah jauh menyusut hingga tersisa sekitar 209,78 hektar.

Target Penanganan Karhutla
Pemerintah menargetkan penanganan karhutla di kawasan ini dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu beberapa pekan ke depan, seiring dengan optimalisasi pemadaman darat dan udara.
Target Tercepat: Pertengahan Oktober 2026
Target Paling Lambat: Minggu ketiga November 2026

BNPB berkomitmen terus mengerahkan seluruh sumber daya penanggulangan bencana agar imbas kabut asap tidak makin memperburuk mobilitas warga dan kesehatan lingkungan di wilayah terdampak.