“Baru terlengkap di Sidamulya dan Rungkang, dan lainnya sudah membuka tapi belum sekomplit ini,” katanya.
Paramitha melanjutkan, koperasi ini juga akan mempermudah masyarakat untuk mengakses kesehatan karena unit usaha di koperasi ini apotek dan klinik desa. Ia menyebut, di Brebes hanya ada 38 puskesmas, sedangkan jumlah desa di Brebes mencapai 297 desa.
“Kemudian yang terpenting adalah akses kesehatan, kita hanya punya 38 puskesmas sedangkan desa kita ada 297 desa dengan dihadirkan koperasi ini mempermudah bagi masyarakat untuk mengakses kesehatan,” katanya.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Sidamulya, Juwari mengatakan, pihaknya akan menerapkan prinsip manajemen yang terbuka. Untuk sistem transaksi juga akan menggunakan aplikasi digital yang terintegrasi dengan Badan Pangan sebagai Koordinator Satgas.
Sementara itu, lantaran permodalan koperasi belum cair dari bank Himbara, maka saat ini barang-barang di Kopdes Merah Putih Sidamulya merupakan barang titipan untuk dijual. Sistem penjualan sementara ini menggunakan konsinyasi dengan mitra BUMN.
“Sementara modal belum dikasih dari bank Himbara. Kami menggunakan pinjaman dari mitra-mitra kami. Dikirim dulu nanti konsinyasi dengan BUMN, kalau selesai baru dibayar,” katanya.
Beranda
Headline
Diluncurkan Serentak dan Modal Barang Titipan, Dua Kopdes Merah Putih di Brebes Beroperasi
Diluncurkan Serentak dan Modal Barang Titipan, Dua Kopdes Merah Putih di Brebes Beroperasi

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Dalam aturan tersebut, puskesmas yang menyelenggarakan rawat inap memiliki standar maksimal 10 tempat tidur. Karena…

Jaksa mengungkap dugaan pemerasan terhadap pengusaha Tan Kian senilai sekitar Rp55 miliar dalam dakwaan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga disulap menjadi markas judi online. Sebanyak 11 operator diamankan bersama puluhan perangkat elektronik.

BREBES – Kejaksaan Negeri Brebes memusnahkan sejumlah barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana umum…

Besarnya kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali juga menunjukkan skala persoalan tata kelola kawasan hutan…







