Karhutla Landa 7 Provinsi, 123 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, BNPB Ingatkan Bahaya Asap

Petugas melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. BNPB mengimbau masyarakat mewaspadai titik api dan paparan asap.
Petugas melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. BNPB mengimbau masyarakat mewaspadai titik api dan paparan asap. (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di tujuh provinsi di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) Takome, Kota Ternate, Maluku Utara, juga masih menjadi perhatian karena asapnya berpotensi mengganggu kesehatan warga.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB hingga Sabtu (10/10/2026) pukul 07.00 WIB, sejumlah lokasi telah berhasil memadamkan api. Namun, kebakaran di beberapa wilayah masih membutuhkan penanganan intensif, terutama di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, serta TPA Takome di Kota Ternate.

Kepala BNPB, Suharyanto mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan maupun membakar sampah tanpa pengawasan. Warga juga diminta segera melaporkan kemunculan titik api kepada petugas untuk mencegah kebakaran meluas.

“Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran, khususnya wilayah terdampak asap, diimbau mengikuti arahan petugas, menggunakan masker yang sesuai ketika kualitas udara terganggu, serta membatasi aktivitas di luar ruangan,” kata Suharyanto, Sabtu (10/10/2026).

Raja Ampat Catat Kebakaran Terluas

Salah satu kejadian dengan luasan terdampak terbesar terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kebakaran yang berlangsung pada 4–7 Oktober 2026 tersebut menghanguskan sekitar 123,2 hektare lahan.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Kampung Sapoekren. Tim gabungan melakukan pelokalisiran titik api, penyemprotan, pemadaman manual, serta pemantauan setelah kebakaran berhasil dikendalikan.

Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (9/10), api telah padam dan situasi dinyatakan aman serta kondusif. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Kebakaran juga melanda kawasan Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 22,77 hektare. Api dilaporkan padam pada Jumat (9/10).

Di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran di Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, menghanguskan sekitar delapan hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada Kamis (8/10) pukul 22.05 WIB. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.