Menurutnya, kejadian tersebut kembali menunjukkan pentingnya ketersediaan sumber air untuk penanganan kebakaran di wilayah Bantarkawung.
Budi menyebut keberadaan hidran dapat membantu petugas memperoleh pasokan air dengan lebih cepat ketika terjadi kebakaran. “Untuk wilayah Bantarkawung, kebutuhan hidran sangat diperlukan. Ini penting untuk membantu suplai air ketika terjadi kebakaran, sehingga petugas tidak terlalu terkendala mencari sumber air,” ujarnya.
Hingga Sabtu sore, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lingkungan SMA Negeri 1 Bantarkawung. Meskipun api telah mengecil, petugas masih memastikan seluruh titik api benar-benar aman dan tidak kembali menyala.
Kebakaran Hebat Landa SMA Negeri 1 Bantarkawung, Enam Ruang Kelas Terbakar

Rekomendasi untuk kamu

Rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan rusak untuk biodiesel B50-B100 menuai sorotan. CELIOS memperkirakan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan mencapai Rp3.777 triliun.

Relawan pemadam karhutla Nurdin meninggal dunia di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, setelah mengeluh nyeri dada dan sesak napas di tengah asap tebal.

“Harapannya, melalui program tersebut, kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin meningkat, khususnya dalam mencegah kekerasan dan…

Pemkab Brebes tidak hanya menjamin pelayanan medis dan pendampingan psikologis gratis, tetapi juga memperhatikan aspek…

Airlangga Hartarto menilai gejolak MSCI tak mengganggu ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah menyiapkan Rp31,8 triliun untuk bantuan dan insentif hingga akhir 2026.







