BREBES – Bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes ternyata bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, bencana tanah bergerak juga terjadi pada 1979 lalu.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Mendala M. Basori, Minggu 20 April 2025. Basori menyebut, bencana ini juga terjadi pada 76 tahun lalu atau tepatnya pada 1979. Namun, kejadian tahun ini cukup banyak parah dan banyak warga yang mengungsi.
“Per sore tadi, total ada 107 rumah yang terdampak akibat kejadian ini. Dan total ada 483 warga yang mengungsi,” ujarnya.
Dia menceritakan, awal kejadian tanah bergerak tahun ini terjadi pada 17 April 2025 lalu. Saat itu, warga mulai merasakan tanah bergerak seperti gempa. Namun, tak berselang lama mulai ada pergerakan tanah.
“Warga merasanya seperti gempa sekitar pukul dua malam. Saat ini 107 rumah mengalami kerusakan cukup berat. Ratusan warga mengungsi di tenda-tenda yang dibuat,” katanya.
Harapan warga, kata dia, menginginkan adanya relokasi ke tempat yang lebih aman bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Brebes. Hal ini lantaran pergerakan tanah masih terjadi di beberapa titik hingga Minggu 20 Arpil 2025.
Bencana Tanah Bergerak di Mendala Brebes, Kades Sebut Pernah Terjadi Tahun 1979

Rekomendasi untuk kamu

Gus Irfan, anak Gus Irfan, tenaga ahli Kemenhaj, Menteri Haji dan Umrah, klarifikasi Gus Irfan, polemik nepotisme, kekurangan pegawai Kemenhaj, Mochamad Irfan Yusuf

Pengangkatan dua putra Gus Irfan sebagai tenaga ahli Kemenhaj menuai sorotan. Publik menanti penjelasan soal kompetensi, transparansi, dan konflik kepentingan.

Rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan rusak untuk biodiesel B50-B100 menuai sorotan. CELIOS memperkirakan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan mencapai Rp3.777 triliun.









