Pada pendataan awal, BNPB mencatat 95 rumah rusak di Sumba Barat Daya. Namun, setelah dilakukan pemutakhiran oleh BPBD NTT hingga Selasa pagi, jumlah rumah terdampak meningkat menjadi 299 unit.
Perubahan angka tersebut menunjukkan proses asesmen masih berlangsung dan kemungkinan data kembali berubah setelah seluruh wilayah terdampak selesai diperiksa.
BNPB Fokus Keselamatan Warga
Dalam penanganan bencana gempa di NTT, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah.
“Pemerintah fokus pada keselamatan warga yang masih membutuhkan pertolongan setelah sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa,” kata Suharyanto dalam keterangan persnya terkait penanganan gempa NTT.
Sementara untuk gempa Sumba Barat Daya, BNPB memastikan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD terus dilakukan seiring pemutakhiran data kerusakan dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga mengingatkan warga untuk tidak langsung memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.
Masyarakat diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta hanya mengikuti informasi dari BMKG, BNPB, BPBD dan instansi resmi lainnya. Data dampak gempa masih dinamis. Pemutakhiran berikutnya akan menentukan jumlah akhir rumah, fasilitas publik, korban, maupun kebutuhan warga terdampak.













