Karhutla Masih Membara di Awal Oktober, BNPB Ingatkan Warga Waspada Pancaroba

Petugas memadamkan karhutla di Indonesia pada awal Oktober 2026
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di salah satu wilayah Indonesia. BNPB mencatat tiga kejadian karhutla baru pada awal Oktober 2026. (Foto: Dok BNPB)

Sedangkan di Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Jumat (2/10) pukul 10.20 WIB.

Api bermula dari lahan tebu di belakang rumah warga dan kemudian meluas ke area sekitarnya. Sekitar 2,5 hektare lahan tebu terbakar.

Kondisi cuaca panas dan dedaunan kering diduga menjadi pemicu. Tim gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat berhasil mengendalikan api sekitar pukul 12.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun dampak langsung terhadap masyarakat dalam kejadian tersebut.

BNPB Ingatkan Ancaman Karhutla

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya menegaskan bahwa karhutla tetap menjadi ancaman yang harus diantisipasi secara serius.

“Kalimantan memang cenderung lebih aman dari gempa bumi dan tsunami menurut data. Tapi ingat, di sana karhutla selalu menjadi ancaman setiap tahun,” kata Suharyanto dalam agenda BNPB pada Mei 2026.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla pada September 2026, Suharyanto juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat untuk penanganan darurat karhutla tetap diperkuat.

Selain ancaman kebakaran lahan, BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi periode pancaroba.

Peralihan musim dapat memicu perubahan cuaca secara cepat, termasuk hujan lebat dan angin kencang dalam waktu singkat.

BNPB mengimbau warga membersihkan got, selokan, dan talang air dari sampah untuk mengurangi risiko banjir lokal ketika hujan deras turun tiba-tiba.

Warga juga diminta memangkas dahan pohon yang sudah tua atau terlalu rimbun di sekitar rumah guna mengurangi risiko pohon tumbang saat angin kencang.

Pemantauan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG juga dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.