BREBES – Sedikitnya lima dari enam orang tua korban pelecehan seksual ramai-ramai mendatangi Polsek Wanasari Kabupaten Brebes untuk melaporkan terduga pelaku APN (37). Mereka melakukan laporan usai terduga pelaku diamankan polisi pada Kamis malam, usai Polisi mengamankan pelaku pada Kamis, 11 September 2025 petang.
Salah satu orang tua menyebut, APN diduga sudah melakukan aksi bejatnya selama 3 bulan di sebuah masjid komplek perumahan di Kecamatan Wanasari. “Dari pengakuan sementara anak-anak, terduga pelaku baru sebatas mencium, meluk, nyubit,” katanya.
“Sebagian anak juga mengaku ada yang diajak ke belakang masjid, tapi tidak tau juga di sana diapain,” sambung dia.
Dia melanjutkan, sebagian korban dihantui rasa takut dan trauma saat mengadu kepada orang tuanya. “Anak sendiri juga trauma, saya berharap pelaku dihukum yang maksimal,” harapnya.
Sementara itu, pada Jumat 12 September 2025 pagi, terduga pelaku APN (37) diketahui telah digelandang dari Unit Reskrim Polsek Wanasari ke Unit PPA Satreskrim Polres Brebes untuk penyelidikan lebih lanjut. Sejumlah orang tua dan korban juga mendatangi Unit PPA Polres Brebes untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya diberitakan, suasana pada Kamis 11 September 2025 petang di Komplek Perumahan Graha Amartha mendadak mencekam. Warga melabrak seorang pria berinisial APN (37) yang diduga melakukan pelecehan kepada anak di bawah umur.
Terduga pelaku yang merupakan warga Kecamatan Brebes itu diduga sering melakukan aksi pelecehan saat singgah di masjid yang berada di komplek perumahan tersebut. Belakangan diketahui aksi bejat itu sudah dilakukan 3 bulan terakhir.
Pelaku yang bekerja di toko bangunan di Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba tersebut babak belur usai diamuk warga. Unit Reskrim Polsek Wanasari langsung mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku pelecehan ke Polsek Wanasari.
Lima Orang Tua Korban Pelecehan di Brebes Lapor Polisi Usai Terduga Pelaku Diamuk Warga

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Enam aktivis Greenpeace dibebaskan setelah diperiksa sekitar delapan jam di Polda Metro Jaya. Mereka menyuarakan penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup.

Sekitar 100 anak di Kota Cirebon diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG. Korban ditangani empat rumah sakit dan operasional dapur penyedia dihentikan sementara.

Enam aktivis Greenpeace masih berada di Polda Metro Jaya setelah aksi di Bundaran HI. LBH Jakarta mempertanyakan dasar hukum dan status mereka.

Enam aktivis Greenpeace masih tertahan di Polda Metro Jaya setelah aksi di Bundaran HI. LBH Jakarta mempertanyakan dasar hukum penanganan mereka.

Sebanyak 11 orang dibawa ke Polda Metro Jaya usai aksi Greenpeace di Bundaran HI. Mereka menyuarakan penanganan krisis iklim dan penurunan biaya hidup.







