Di sisi lain, pembenahan infrastruktur perlu diikuti dengan optimalisasi peralatan pengolahan sampah yang selama ini belum berfungsi maksimal.
DLH Brebes menyatakan akan memanfaatkan kanopi baja yang dibangun serta berupaya mengaktifkan kembali seluruh mesin pengolahan sampah.
Langkah tersebut menjadi pekerjaan lanjutan yang tak kalah penting. Sebab, pembangunan pagar dan jalan beton saja belum cukup untuk menjamin pengelolaan sampah berjalan efektif tanpa dukungan mesin yang berfungsi dan sistem operasional yang optimal.
Dengan anggaran mencapai Rp 1,8 miliar, revitalisasi TPA Kaliwlingi diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Hasil pekerjaan perlu diikuti peningkatan kinerja pengolahan sampah agar fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah di Kabupaten Brebes.













