JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia tidak hanya meninggalkan kerusakan lingkungan dan ancaman kabut asap. Bencana ini juga merenggut nyawa orang-orang yang berada di garis depan untuk memadamkan api.
Hingga Jumat (23/10/2026), sedikitnya 10 relawan dilaporkan meninggal dunia ketika terlibat dalam penanganan karhutla. Mereka berasal dari sejumlah daerah, mulai dari Jawa Timur hingga Kalimantan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai laporan, enam korban meninggal dunia saat menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Tiga korban lainnya berasal dari Kalimantan Tengah, sedangkan satu orang meninggal dunia di Kalimantan Selatan.
Di kawasan TNBTS, para korban terdiri atas petugas balai taman nasional, personel pengamanan dan pekerja perusahaan, serta relawan pemadam kebakaran. Salah satu korban yang dilaporkan meninggal dunia pada 23 Oktober 2026 adalah Suraji, petugas keamanan dari DW Security Artotel PT Mitra Indo Permai.
Sementara itu, tiga relawan yang gugur di Kalimantan Tengah masing-masing adalah Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya; Ahmadin alias Itam Madin, relawan Damkar Huma Singgah Itah di Kotawaringin Barat; serta Aries Sutio Luthfil Hadi, anggota Masyarakat Peduli Api di wilayah yang sama.
Korban lainnya adalah Nurdin alias Amang Udin, relawan pemadam kebakaran Kayu Bulan Regu 03 di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Pengorbanan Relawan di Tengah Ancaman Api dan Asap
Keterlibatan relawan menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran. Mereka membantu petugas memadamkan api, melindungi permukiman, serta mengurangi risiko meluasnya kebakaran ke kawasan lain.
Namun, pekerjaan tersebut menyimpan risiko besar. Kobaran api yang sulit dikendalikan, asap pekat, dan kondisi lapangan yang berat dapat mengancam keselamatan siapa pun yang terlibat dalam pemadaman.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang telah mengerahkan tenaga dan waktu untuk membantu penanganan karhutla.
Menurut dia, kontribusi para relawan sangat berarti dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran. Pemerintah juga mengapresiasi dedikasi mereka yang bersedia terjun langsung ke lokasi kebakaran untuk membantu proses pemadaman.













