Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Pekerja Terserap: Siapa yang Paling Diuntungkan?

Realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun selama Januari–September 2026.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan investasi di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah. (Foto: Istimewa)

Industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni 77.330 orang. Berikutnya industri tekstil dengan 69.422 pekerja, disusul kelompok industri lainnya sebanyak 30.132 pekerja.

Sementara itu, realisasi investasi pada triwulan III 2026 mencapai Rp24 triliun, naik 16,78 persen dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar Rp20,55 triliun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penanaman modal masih bergerak positif. Namun, jumlah pekerjaan yang tercatat belum cukup untuk menggambarkan seluruh dampak investasi terhadap kesejahteraan pekerja.

Kualitas pekerjaan, besaran upah, status hubungan kerja, jaminan sosial, dan keberlanjutan pekerjaan menjadi aspek yang perlu diperiksa lebih jauh. Begitu pula dengan peluang tenaga kerja lokal untuk mengisi posisi yang tersedia, terutama di kawasan industri yang berkembang pesat.

Tanpa data tersebut, besarnya investasi dan jumlah tenaga kerja yang terserap baru menggambarkan skala kegiatan ekonomi, belum sepenuhnya menjelaskan kualitas manfaat yang diterima masyarakat.

Kendal Memimpin, Semarang Dan Batang Menyusul

Peta investasi Jawa Tengah masih terkonsentrasi di sejumlah daerah. Kabupaten Kendal mencatat realisasi investasi tertinggi sebesar Rp13,61 triliun, disusul Kota Semarang Rp9,07 triliun, Kabupaten Batang Rp8,54 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun.

Dominasi wilayah tersebut menunjukkan pentingnya kawasan industri dan infrastruktur dalam menarik penanaman modal. Namun, pemerintah juga menghadapi pekerjaan rumah untuk memastikan daerah lain tidak tertinggal dalam memperoleh manfaat pertumbuhan ekonomi.

Johan mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga iklim usaha serta mengawal proses perizinan, mulai dari penjajakan hingga realisasi investasi.

“Kemarin Pak Gubernur, Pak Kapolda dan Pangdam bersepakat berkomitmen menjaga kondusivitas Provinsi Jawa Tengah, sehingga investor atau calon investor nyaman dan akan senang hati masuk ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki 12 kawasan industri, termasuk dua kawasan ekonomi khusus di Kendal dan Batang. Pemerintah provinsi juga merencanakan pengembangan 12 kawasan industri baru di sejumlah kabupaten dan kota.