BREBES – Ancaman banjir yang berulang kali menghantui warga di sepanjang aliran Sungai Babakan, Kabupaten Brebes, mendorong pemerintah daerah mempercepat penanganan titik-titik rawan.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma turun langsung meninjau kondisi sungai sekaligus mengawal rencana normalisasi dan penguatan infrastruktur pengendali banjir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung menyiapkan proyek penanganan banjir dengan total pagu anggaran mencapai Rp270 miliar.
Pekerjaan ini direncanakan berlangsung secara multiyears selama 2026–2028, dengan dukungan pendanaan melalui kerja sama Asian Development Bank (ADB) dan UK-ACGF atau UK-ASEAN Catalytic Green Finance Facility.
Dalam rapat koordinasi bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung di Brebes, Rabu (21/10/2026), Paramitha menegaskan pentingnya percepatan penanganan, terutama di lokasi yang dinilai paling rentan terhadap luapan air, erosi, dan kerusakan tebing sungai.
Tahapan lelang proyek tersebut direncanakan memasuki penetapan pemenang pada 28 Oktober 2026. Pemkab Brebes menyatakan akan mengawal prosesnya agar pekerjaan fisik dapat segera berjalan sesuai rencana.
Normalisasi Sungai Sepanjang 26 Kilometer
Proyek penanganan Sungai Babakan mencakup peningkatan kapasitas sungai sepanjang 26 kilometer, penguatan tanggul, serta perbaikan tebing di sejumlah lokasi rawan. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko luapan sungai ketika debit air meningkat pada musim hujan.
Selain penanganan badan sungai, proyek tersebut mencakup pembangunan dua kolam detensi di Desa Karangmalang dan Desa Kluwut. Fasilitas ini dirancang untuk menampung sementara limpasan air ketika debit meningkat, sebelum air dialirkan secara bertahap.
Perbaikan drainase juga direncanakan di wilayah Cimohong untuk memperlancar aliran air dari permukiman menuju sungai utama. Sementara itu, penguatan tebing akan dilakukan di kawasan rawan erosi dan longsor, termasuk Cikeusal Lor.
Sebaran pekerjaan tersebut mencakup empat kecamatan di Kabupaten Brebes, yakni Ketanggungan, Bulakamba, Tanjung, dan Kersana.













