Warga Mendesak Titik Kritis Segera Ditangani
Di balik rencana proyek berskala besar tersebut, warga mengingatkan bahwa ancaman banjir dan kerusakan alur sungai sudah menjadi persoalan nyata yang membutuhkan penanganan segera.
Perwakilan warga Desa Buara meminta agar titik-titik kritis di Dukuh Campur dan Dukuh Cikorowok mendapat penanganan darurat. Mereka berharap keselamatan warga dan perlindungan permukiman tidak harus menunggu seluruh tahapan proyek utama selesai.
Keluhan juga datang dari Desa Dukuhturi. Warga melaporkan perubahan alur sungai yang terus menggerus lahan permukiman dan tanah milik masyarakat.
Sementara itu, warga Cikeusal Lor menyampaikan kekhawatiran akibat pengalaman banjir bandang yang pernah melanda wilayah mereka. Pengalaman tersebut meninggalkan trauma sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi bencana serupa saat curah hujan tinggi.
Kelompok KPS Mas Jaka Babakan turut meminta percepatan proses lelang. Mereka mendorong agar pengerjaan fisik diprioritaskan di lokasi dengan tingkat kerawanan paling tinggi.
Pemkab Diminta Pastikan Penanganan Tak Berhenti di Rencana
Merespons berbagai masukan tersebut, Paramitha menekankan agar titik-titik paling kritis segera ditindaklanjuti. Pemkab Brebes bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung berkomitmen mengawal seluruh tahapan, mulai dari proses lelang hingga pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan lokasi rawan banjir, tanggul kritis, maupun kerusakan sungai yang belum masuk dalam pendataan.
Informasi dapat disampaikan melalui saluran resmi Pemkab Brebes maupun akun media sosial pemerintah daerah dengan mencantumkan nama desa dan dukuh secara jelas.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp270 miliar dan masa pengerjaan yang direncanakan hingga 2028, proyek ini menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Sungai Babakan.
Namun, bagi warga yang tinggal di wilayah rawan, keberhasilan proyek bukan sekadar soal besarnya anggaran atau panjang sungai yang dinormalisasi.
Hal yang paling dinantikan adalah penanganan nyata di titik-titik kritis, perlindungan permukiman dari gerusan sungai, dan berkurangnya ancaman banjir yang selama ini membayangi kehidupan mereka.













