Kebakaran Gunung Ciremai Hanguskan 30 Hektare, Pemadaman Udara Dikerahkan

Helikopter melakukan pemadaman udara di kawasan kebakaran hutan Gunung Ciremai.
Pemprov Jawa Barat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. (Foto: IG/ Andrea Ramadhan)

KUNINGAN — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat, menghanguskan sekitar 30 hektare area. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan helikopter untuk membantu pemadaman melalui operasi water bombing, menyusul sulitnya menjangkau sejumlah titik api di kawasan pegunungan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantau langsung upaya penanganan kebakaran tersebut. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mempercepat penanganan di wilayah yang memiliki medan terjal serta keterbatasan sumber air.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 23 Oktober 2026, kebakaran relatif berhasil dikendalikan setelah dua hari penanganan intensif. Meski demikian, pemantauan terhadap titik-titik yang masih berpotensi terbakar tetap diperlukan.

Dedi Mulyadi menjelaskan, pemantauan melalui udara dilakukan untuk menentukan lokasi prioritas penyiraman.

“Hari ini heli sudah pakai water bombing sudah turun. Tadi saya keliling naik heli memastikan titik-titik prioritas. Dan itu sudah menurun,” ujar Dedi, sebagaimana dikutip dalam rilis Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Luas Kebakaran Dipastikan Sekitar 30 Hektare

Informasi mengenai luas area terdampak sempat beredar dengan angka yang berbeda. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan udara, luas area yang terbakar tercatat sekitar 30 hektare, bukan 60 hektare seperti kabar yang beredar.

“Yang terbakar 30 hektar. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan,” jelas Dedi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam perkembangan penanganan pada 23 Oktober. Kondisi di lapangan tetap perlu dipantau karena titik api yang tersisa dapat kembali menyala apabila kondisi lingkungan mendukung.

Pemerintah daerah juga mengerahkan personel untuk memperkuat penanganan di lapangan. Operasi udara menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau area yang sulit diakses petugas melalui jalur darat.

Ancaman Terhadap Kawasan Konservasi

Kebakaran di kawasan Gunung Ciremai bukan sekadar persoalan hilangnya tutupan vegetasi. Kawasan taman nasional tersebut memiliki fungsi konservasi yang penting bagi ekosistem, habitat satwa, serta keseimbangan lingkungan di sekitarnya.

Api yang meluas berpotensi merusak vegetasi dan mengganggu habitat satwa. Dampaknya dapat semakin besar apabila kebakaran menjalar ke wilayah dengan tutupan hutan yang masih terjaga.