Ia menilai kegiatan organisasi yang dibiayai anggaran daerah harus mampu menjelaskan kontribusinya bagi publik, bukan sekadar menjadi agenda rutin tahunan.
Sorotan terhadap perjalanan DWP Tulungagung tersebut pada akhirnya mengarah pada satu pertanyaan mendasar: apa hasil konkret dari penggunaan uang rakyat sebesar Rp 50 juta itu?
Transparansi mengenai tujuan, rincian kegiatan, dan tindak lanjut studi referensi menjadi penting agar publik dapat menilai apakah anggaran tersebut benar-benar menghasilkan manfaat bagi organisasi dan masyarakat, atau justru lebih banyak terserap untuk kegiatan yang bernuansa wisata.













