Ketua DPD PSI Brebes, Darwanto (Mas Wawan), yang memimpin langsung pendistribusian bantuan, mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata solidaritas PSI untuk rakyat.
“Kami turun langsung ke lapangan, berdialog dengan warga, dan memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini bukan hanya soal memberi, tapi memastikan bahwa rakyat tidak sendirian,” ujarnya.
Sementara itu, Bambang, warga Desa Kalierang yang menerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada PSI.
“Kami sangat berterima kasih kepada Mas Kaesang dan tim PSI. Bantuan ini benar-benar tepat dan dibutuhkan. Baru kali ini Ketua Umum partai datang langsung menengok warga kami di Kalierang. Semoga berkah dan jadi contoh bagi yang lain,” tutur Bambang.
Berdasarkan laporan DPD PSI Brebes, bantuan yang telah dikirim meliputi, 450 kasur lantai busa, 1.845 set pakaian dalam, 218 paket pakaian anak, 218 paket popok bayi, 218 paket susu bergizi untuk anak dan ibu hamil, 1.845 paket sembako, serta obat-obatan ringan (flu, diare, gatal, plester, antiseptik, vitamin).
Bantuan disalurkan secara langsung oleh DPD PSI Brebes bersama relawan DPC PSI Bumiayu dan perangkat desa setempat, dengan sistem distribusi berbasis kebutuhan per keluarga.
Kaesang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bumiayu Melalui DPD PSI Brebes

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh sejak 2025. Tiga jenderal Polri menjadi tersangka setelah sistem LIMS diduga disalahgunakan.

“Anggaran kami Rp7 miliar untuk jembatan dan perbaikan jalan. Penanganan jembatan ini sekitar Rp3 miliar….

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Prabowo sejak 2025. Rekaman diduga dihapus pada Oktober 2026 sebelum tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal. Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan pejabat negara dan menyita 11 HP serta 42 flashdisk.

Menko PM Muhaimin Iskandar meminta Brebes mendapat perhatian khusus karena menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Gubernur, bupati, BUMN, dan pesantren diminta bergerak cepat.







