Kantongi SK DPP Demokrat, Asrofi Tegaskan Terpilih Lewat Muscab yang Sah

Asrofi Ketua DPC Demokrat Brebes menunjukkan sikap terkait penolakan atas penetapan dirinya.
Asrofi menegaskan penetapan dirinya sebagai Ketua DPC Demokrat Brebes telah melalui tahapan Muscab dan memperoleh SK DPP. (Foto: Istimewa)

Asrofi pun mempertanyakan munculnya keberatan setelah proses Muscab selesai. Menurutnya, jika ada pihak yang menilai pencalonannya bermasalah, keberatan semestinya disampaikan ketika forum masih berlangsung.

“Kalau pada saat itu mereka keberatan, kenapa tidak diutarakan pada saat Muscab? Ternyata di Muscab sudah diputuskan di plenonya,” tegasnya.

Ia menambahkan, penetapan akhir berada di tangan DPP dengan mempertimbangkan hasil verifikasi serta dukungan dari struktur partai di daerah. Asrofi memastikan dirinya telah menerima SK penetapan sebagai Ketua DPC Demokrat Brebes.

“Semua tahapan sudah kita lalui sampai akhirnya ditetapkanlah Asrofi sebagai Ketua DPC. SK-nya juga sudah saya terima secara resmi,” ungkapnya.

Polemik Tak Ingin Berujung Perpecahan

Meski menghadapi penolakan, Asrofi menyatakan tidak ingin polemik kepemimpinan berujung pada perpecahan internal. Ia mengaku menyayangkan adanya gugatan setelah SK diterbitkan, terlebih jika keberatan datang dari mantan pengurus DPC yang sebelumnya mengikuti proses Muscab.

Alih-alih memperpanjang perselisihan, Asrofi memilih mengedepankan pendekatan persuasif. Ia mengibaratkan seluruh elemen partai sebagai anak yang harus dirangkul, terlepas dari perbedaan sikap dan pandangan.

“Ibaratnya saya orang tua, ada anaknya beberapa. Ada yang pintar, ada yang kurang pintar, ada yang manut, ada yang tidak manut, tapi semua itu anak saya. Sehingga harus saya rangkul semuanya, harus saya kasih perhatian semuanya,” tuturnya.

Sebagai langkah awal, Asrofi mengaku telah meminta stafnya untuk hadir di Kantor DPC Demokrat Brebes. Namun, ia belum menempati kantor tersebut karena masih menunggu pelantikan serta penyelesaian proses administrasi dan serah terima jabatan secara resmi.

“Saya nunggu setelah pelantikan, ada proses serah terima itu, baru saya mungkin akan menempati kantor tersebut,” pungkasnya.

Polemik ini menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Asrofi di tubuh Demokrat Brebes. Di satu sisi, ia berpegang pada SK DPP dan tahapan Muscab yang disebutnya telah dilalui sesuai aturan. Di sisi lain, upaya merangkul pihak yang menolak akan menjadi tantangan untuk menjaga soliditas partai di tingkat kabupaten.