Rumah Perwira TNI di KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, 11 Operator Diamankan

Rumah Perwira TNI di KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, 11 Operator Diamankan
Operator judi online yang diamankan dari rumah Perwira TNI di KPAD Cijantung, Jakarta Timur, sebagai markas operasional judi online. (Foto: Istimewa)

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi juga menyatakan belum menerima informasi lengkap mengenai penggerebekan tersebut dan mengaku masih melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Pasar Rebo.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa penindakan dilakukan oleh satuan kepolisian lain. Sejumlah laporan media menyebut dugaan keterlibatan tim dari Polda Metro Jaya, tetapi hal tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Polda Metro Jaya. Karena itu, identitas satuan yang melakukan penggerebekan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

KSAD: Tak Ada Toleransi

Kasus ini mendapat perhatian karena lokasi yang digunakan sebagai markas judol berada di lingkungan KPAD.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila ada prajurit aktif yang terbukti menyalahgunakan atau memfasilitasi rumah dinas untuk aktivitas judi online.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas,” kata Maruli kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi penting karena status rumah dan pemiliknya kini menjadi bagian yang turut disorot dalam kasus tersebut.

Meski demikian, keberadaan rumah milik seorang perwira TNI yang disewakan kepada pihak lain tidak serta-merta membuktikan adanya keterlibatan pemilik dalam aktivitas judi online. Keterlibatan maupun pengetahuan pemilik rumah masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan aparat.

Bukan Sekadar Menangkap Operator

Penangkapan 11 orang dan penyitaan 32 komputer menjadi pintu masuk untuk mengungkap struktur jaringan yang lebih besar.

Penyidik perlu mendalami siapa yang merekrut para operator, siapa pengendali situs, bagaimana aliran uang perjudian berlangsung, serta siapa pihak yang menyediakan dan mengendalikan infrastruktur digital tersebut.

Selain itu, sembilan KTP yang turut diamankan juga menjadi bagian dari barang bukti yang perlu didalami penggunaannya dalam operasi tersebut.

Hingga kini, informasi mengenai situs judi yang dijalankan, nilai transaksi, serta pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan belum diungkap secara resmi kepada publik.