“Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) yang digunakan para komunikator di lapangan terbukti efektif. Kami berharap, edukasi yang konsisten bisa terus mendukung keberhasilan imunisasi di Brebes,” kata Basra.
Disampaikan, program Jaga Bersama sendiri telah dimulai sejak tahun 2024. Di tahap awal, para komunikator lokal yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan remaja telah dilatih untuk melakukan edukasi imunisasi HPV.
Pada tahap kedua, edukasi difokuskan untuk memastikan orang tua anak mendapatkan edukasi sebelum jadwal pemberian imunisasi HPV yang akan dilakukan pada bulan Agustus-September.
“Harapannya semua orang tua memberikan dukungan agar setiap anak mendapatkan imunisasi dan terlindung dari bahaya kanker serviks yang mengancam jiwa,” pungkas Basra.
Kepala Sub. Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Nur Faozan menegaskan sekolah memiliki peran penting dalam membangun pemahaman orangtua tentang kesehatan dan imunisasi.
“Guru adalah ujung tombak dalam edukasi Kesehatan pada siswa. Kami di Dinas Pendidikan siap memperkuat peran sekolah dalam menjaga cakupan imunisasi yang tinggi di Kabupaten Brebes,” katanya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Mad Soleh menyatakan dukungan aktif Kementerian Agama dalam memperluas edukasi imunisasi di seluruh madrasah dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Beranda
Headline
Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, 14.610 Siswi SD/MI di Brebes Jadi Sasaran Imunisasi HPV
Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, 14.610 Siswi SD/MI di Brebes Jadi Sasaran Imunisasi HPV

Rekomendasi untuk kamu

Pemerintah berencana membuka pendaftaran CPNS November 2026. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut rekrutmen untuk menggantikan PNS pensiun dan memenuhi kebutuhan program prioritas.

Pemerintah dan DPR sepakat mengangkat seluruh PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027. Kebijakan berlaku untuk guru, tenaga kesehatan, Damkar, Satpol PP hingga tenaga teknis.

Sultan HB X Sentil Wacana Pajak Tukang Cukur hingga Tukang Pijat: Jangan Semua Dipajaki Seperti VOC!
Sri Sultan HB X menyindir wacana perluasan pajak hingga jasa tukang cukur dan tukang pijat. Ia meminta pemerintah menerapkan pajak secara proporsional dan tidak membebani rakyat kecil.

Pemkab menyiapkan pengisian jabatan secara bertahap dengan skema rotasi dan promosi masing-masing 50 orang dalam…








