JAKARTA – Sejak dioperasikan secara komersial pada 17 Oktober 2023, Kereta Cepat Whoosh terus menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang yang signifikan.
Hingga 28 Februari 2025, Whoosh telah melayani sebanyak 8.206.211 penumpang, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi cepat, nyaman, dan efisien ini.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kehadiran Whoosh semakin memperkuat konektivitas antara Jakarta dan Bandung dengan layanan berkualitas tinggi. Selama Februari 2025, Whoosh telah menarik 476.579 penumpang.
“Whoosh tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kenyamanan serta efisiensi waktu bagi pelanggan,” kata Ane.
“Dengan perjalanan yang hanya memakan waktu sekitar 35-45 menit, masyarakat kini dapat dengan mudah beraktivitas di dua kota besar ini dalam satu hari,” tambah Anne.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi lonjakan permintaan selama masa Angkutan Lebaran 2025, Kereta Cepat Whoosh akan mengoperasikan 1.346 perjalanan dalam periode 21 Maret hingga 11 April 2025.
Volume penumpang selama periode ini diproyeksikan mencapai 360.141 orang dan diperkirakan volume penumpang tertinggi terjadi pada 5 April 2025.
Kereta Cepat Whoosh Catat 8,2 Juta Penumpang Sejak Dioperasikan, Siap Layani Angkutan Lebaran

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor Presiden Prabowo sejak 2025. Rekaman diduga dihapus pada Oktober 2026 sebelum tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan ilegal. Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan pejabat negara dan menyita 11 HP serta 42 flashdisk.

Menko PM Muhaimin Iskandar meminta Brebes mendapat perhatian khusus karena menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Gubernur, bupati, BUMN, dan pesantren diminta bergerak cepat.

Bus Gunung Harta N 7387 UA terbakar di Tol Brebes KM 263 saat perjalanan Madura-Jakarta. Sebanyak 28 penumpang selamat.

Din Syamsuddin mendesak Kapolri Suyudi Ario Seto mencopot Kapolda Jawa Tengah Roy Hardi Siahaan buntut kontroversi penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an di Sukoharjo.







