BREBES – Seorang pria lanjut usia bernama Kasijo (72), warga Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, meninggal dunia setelah tertemper kereta api (KA) Cakra Buana relasi Gambir–Purwokerto, Kamis (29/10/2026) pagi.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di jalur hulu atau jalur timur rel kereta api kilometer 317+6, tepatnya di Dukuh Sepur RT 002/RW 001, Desa Negaradaha, Kecamatan Bumiayu.
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto, membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, polisi bersama petugas terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan keterangan saksi.
Kereta yang terlibat dalam insiden tersebut adalah KA 121 Cakra Buana dengan nomor lokomotif CC 2061301. Rangkaian kereta itu dikemudikan masinis Ali Maksus, didampingi asisten masinis Sepdi Haryono.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, kejadian bermula ketika pihak kereta api melaporkan adanya seorang laki-laki yang tertemper saat rangkaian melintas di jalur tersebut.
Korban diduga sedang berada atau berjalan di sekitar rel ketika kereta melintas. Namun, kronologi lengkap kejadian masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Petugas dari Stasiun Bumiayu kemudian menuju lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Petugas keamanan kereta api juga membantu melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah kejadian dipastikan, informasi diteruskan kepada Polsek Bumiayu. Anggota Reskrim dan petugas piket bersama personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) selanjutnya melakukan pemeriksaan di lokasi.
Kapolsek mengatakan, pemeriksaan awal dilakukan untuk mengumpulkan keterangan serta memastikan kondisi di sekitar jalur rel tempat insiden terjadi.
Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi, jenazah Kasijo dibawa ke RSUD Bumiayu untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter jaga, dr. Septiana, ditemukan sejumlah luka serius pada bagian kepala korban.
Kapolsek Bumiayu mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api, terutama ketika tidak ada keperluan mendesak.













