Menko Muhaimin Soroti Kemiskinan Brebes, Minta Gubernur hingga BUMN Gerak Cepat

Menko PM Muhaimin Iskandar saat menyoroti tingginya angka kemiskinan Kabupaten Brebes di Jawa Tengah.
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meminta Kabupaten Brebes mendapat perhatian khusus dalam percepatan pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah, Selasa (3/11/2026). (Foto: Dok Pemkab Brebes)

Wurja menilai pesantren memiliki kekuatan strategis dalam membangun kemandirian masyarakat, mulai dari pendidikan, pembentukan karakter, hingga pengembangan usaha produktif.

Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan usaha kopi dengan mempertemukan potensi pesantren, petani, dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas nilai ekonomi kopi Brebes.

“Pelatihan usaha kopi mendorong petani, pelaku usaha, dan pesantren membangun kerja sama untuk meningkatkan kualitas pengolahan serta memperluas nilai tambah produk kopi Brebes,” kata Wurja.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Petani harus mendapatkan pendampingan dan akses pasar yang lebih luas, sementara pelaku usaha kecil perlu didorong agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Pemkab Brebes, lanjut Wurja, siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pesantren, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat. Dukungan yang diberikan diharapkan tepat sasaran dan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Sorotan pemerintah pusat terhadap tingginya kemiskinan di Brebes kini menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembenahan. Tantangannya bukan sekadar menurunkan angka kemiskinan, melainkan memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan, usaha produktif, pendampingan, dan sumber penghasilan yang lebih layak.