Jateng  

Api Gunung Sumbing Padam, 974 Hektare Lahan Hangus dan Pemantauan Berlanjut

Kondisi lereng Gunung Sumbing yang terdampak kebakaran hutan dan lahan
Petugas dan relawan terus memantau kawasan Gunung Sumbing setelah kebakaran dinyatakan padam. (Foto: Istimewa)

WONOSOBO – Padamnya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing belum mengakhiri pekerjaan berat dalam penanganan bencana tersebut. Tim gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, sementara kawasan yang terdampak membutuhkan penanganan lanjutan.

Pada Minggu, 25 Oktober 2026, kebakaran di kawasan yang mencakup wilayah Wonosobo, Magelang, dan Temanggung telah dinyatakan padam. Namun, luas lahan terdampak dilaporkan mencapai 974 hektare.

Hujan yang mengguyur kawasan tersebut turut membantu memadamkan api utama. Meski demikian, asap tipis masih terlihat di sejumlah titik sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Tim gabungan dari berbagai instansi dan relawan bersiaga di sejumlah titik pemantauan, termasuk Pos 3, Pos 4, dan Pos 5. Langkah ini diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Besarnya kawasan terdampak juga menjadi pekerjaan lanjutan bagi pengelola hutan dan pihak terkait. Pemulihan vegetasi, perlindungan kawasan rawan, serta evaluasi penyebab kebakaran menjadi bagian penting agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Kebakaran Gunung Sumbing menjadi pengingat bahwa berakhirnya api belum berarti seluruh dampak bencana telah tertangani. Pengawasan pascakebakaran dan pemulihan ekosistem tetap dibutuhkan untuk melindungi kawasan hutan dan masyarakat di sekitarnya.