MAGELANG – Sebanyak 38 warga Kota Magelang dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi siomai dalam sebuah acara lingkungan. Dinas Kesehatan setempat masih menyelidiki penyebab kejadian, termasuk menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan air.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr. Istikomah, mengatakan gejala yang dilaporkan meliputi pusing, mual, diare, dan muntah. Secara umum, kondisi pasien berada pada tingkat ringan hingga sedang dan tidak dilaporkan ada korban meninggal dalam data yang disampaikan pada 22 Oktober 2026.
Dugaan keracunan bermula setelah warga menghadiri pertemuan RT di wilayah Tidarsari, Kecamatan Magelang Selatan. Sejumlah warga mulai merasakan gejala pada Selasa, 20 Oktober, setelah makanan disajikan dalam acara pada malam sebelumnya.
Petugas kesehatan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri kemungkinan sumber paparan dan faktor risiko. Sampel makanan serta air telah dikumpulkan untuk diperiksa di laboratorium.
Dari seluruh warga yang dilaporkan mengalami gejala, satu orang masih menjalani rawat inap ketika laporan tersebut diterbitkan. Pemerintah Kota Magelang juga menyatakan biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah.
Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting untuk memastikan apakah siomai tersebut benar-benar menjadi sumber kejadian. Sampai hasil pemeriksaan keluar, penyebab dugaan keracunan belum dapat dipastikan.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya keamanan pangan, terutama pada makanan yang dibagikan dalam kegiatan bersama. Penanganan medis dan penyelidikan sumber makanan diperlukan agar kejadian serupa dapat dicegah.













